8 Manfaat Memasak di Rumah

manfaat masak di rumah

Dulu waktu masih kecil saya suka sekali membantu mama memasak. Bahkan proses belanja ke pasar pun buat saya teramat sangat menyenangkan dan jarang saya lewatkan. Saya suka sekali membantu mama di dapur. Saya pikir saya akan jadi orang yang bisa memasak, faktanya tidak.

Padahal masakan mama menurut saya enak sekali. Sering juga mama dapat pujian kala itu dari saudara karena mama sering membawa masakan di acara keluarga. Nyatanya menjadi asistenn masak beliau tak membuat saya jadi jago masak.

setelah diingat-ingat sih, ini karena saya tidak mengasah skill masak saya sejak kuliah. Waktu kuliah dulu, di kos tidak ada kulkas, dapur kotor dan seadanya. Saya hanya sempat masak mi dan menghangatkan sayur yang saya bawa dari rumah. Selebihnya saya membeli makanan.

Tak lama setelah saya lulus, mama meninggal dunia. Jadinya saya tidak punya kesempatan untuk belajar masak dari beliau. Makin malas masak dan makin rutin beli makanan.

Sekarang ketika menikah, saya belum bisa banyak bereksplorasi. dan berkreasi. Saya tinggal bersama mertua dan beliau banyak memasak untuk kami sekeluarga. Saya jarang-jarang masak, nah ini yang membuat saya tidak punya kesempatan untuk memasak dan akhirnya, lagi-lagi dikalahkan oleh rasa malas.

Refleksi Masak di Rumah

Suatu hari saya membaca postingan di Instagram yang mampir di berSahabat. Post itu menceritakan bahwa seberapa sulit dan tidak enak masakannya, ia tetap akan masak untuk keluarga. Mengapa? Agar kelak anak-anak dan suami akan kangen dengan masakannya. Mengingat rasa masakan ibu dan hangatnya cinta keluarga di dalamnya.

Memasak makanan buatan sendiri untuk orang yang Sahabat cintai dapat memberi Sahabat perasaan pencapaian yang luar biasa. Ini bener banget sih. Dan sebenarnay dengan internet yang sedemikian pesatnya, sangat mudah menemukan respe atau tutorial masak, termasuk blog tentang masak memasak yang mudah diikuti dan dipilih sesuai budget yang dimilki.

Manfaat Masak di Rumah

Lalu manfaat memasak di rumah itu apa ya? Setidaknya ada 10 alasan yang sudah saya rangkum.

1. Lebih Sehat

Sangat mungkin bahwa makanan yang dibuay di dapur sendiri akan jauh lebih sehat daripada makanan yang dijual di warung atau bahkan yang siap saji sekalipun. Sahabat memiliki kendali penuh atas resep yang dipilih, bahan yang dipakai, sampai harga yang dimau.

Dengan masak di rumah Sahabat juga bisa mengatur porsi dan menyesuaikan dengan selera orang rumah, siapa suka pedas dan yang tidak. Akan lebih mudah juga menentukan menu deit atau pantangan. Hebatnya lagi, memasak di rumah juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Iya lah kan masak bikin hepi.  

2. Senang Senang Senang

Memasak makanan yang sempurna akan membuat Sahabat tersenyum. Sahabat bisa berada dalam suasana hati yang paling buruk sebelumnya, tetapi begitu Sahabat mencicipi makanan buatan sendiri dan melihat reaksi orang yang memakannya, pasti ada rasa puas, dan bahagia.  

Sebagai tambahan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa memasak adalah aktivitas terapeutik. Ada perasaan pencapaian luar biasa jika masakan habis, bahkan sampai dipuji. Wah sehat mental juga nih jadinya.

3. Menyatukan Keluarga

Semua orang menyukai makanan buatan sendiri yang enak. Penting bagi orang tua untuk melihat keluarga mereka sesering mungkin, untuk menghindari rasa kesepian, dan memasak makanan favorit anggota keluargauntuk mereka adalah cara sempurna untuk melakukannya.

Memasak juga bisa menjadi kegiatan keluarga. Mungkin anak dan suami bisa membantu dengan mengupas, menyuci atau mengiris bahan-bahannya atau dengan mengatur meja. Atau mungkin mereka dapat membacakan tutorial resep sementara Sahabat masak di dapur.

Ketika makanan sudah siap, dan meja sudah siap, semua orang berkumpul di meja makan. Makan bersama, bercerita bersama.

4. Tambah Ilmu Kuliner

Memasak akan membuat Sahabat ingin mencoba resep baru, masakan baru, dan juga pengalaman makan makanan yang berbeda. Percayalah, cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Mengapa? Ya karena ketika kita berhasil masak masakan keluarga, pasti ingin membuat menu yang berbeda

Rajin memasak di dapur akan membuat Sahabat jadi belajar juga tentang Teknik masak, sifat bahan makanan, tips memasak, dan aneka pengetahuan sputar dunia kuliner. Seru!

Sesekali bolehlah mencicipi makanan di restoran atau tempat makan yang cozy dan chic untuk menambah semangat memasak dan sebagai reward diri atas usaha memasak yang sudah dilakukan. Yakinkan diri Sahabat bahwa Sahabat pun bisa menghasilkan makanan berkualitas seperti yang mereka jual.

5. Memasak Pangkal Penghemat Uang

Pergi keluar untuk makan enak tentu mahal dibanding masak sendiri. Belum lagi harga minuman yang dipatok mendekati harga menu utama, plus biaya transportasi, dan ekstra pengeluaran untuk jajan si kecil .

Bahkan untuk makanan yang tergolong murah pun, lebih murah lagi jika masak di rumah. Di dekat rumah saya ada warung konsep fast food ayam goreng. Sepaket ayam dengan nasi dan es teh hanya Rp. 10,000, sangat murah. Tapi jika kita beli 3 paket, sudah habis 30,000 yang bisa dibelanjakan ayam potong sudah dapat sekilo.

Akan jauh lebih murah jika Sahabat membeli semua bahan dan membuat makanan sendiri di rumah. Sahabat dapat merencanakan ke depan dan mencari tahu bahan apa yang akan dibutuhkan untuk bulan depan, dan ukuran makanan yang Sahabat harapkan. 

Tentu saja, jika Sahabat memilih untuk menanam buah dan sayuran sendiri di kebun, pasti akan menghemat lebih banyak uang lagi. Keren!

6. Keterampilan Manajemen Waktu

Memasak di rumah akan mengharuskan Sahabat untuk menguasai kemampuan manajemen waktu. Sahabat akan belajar masak yang efisien, tepat waktu penyajian, dan bisa disuka semua angota keluarga.

Dengan banyaknya jenis pengolahan makanan, Sahabat jadi terlatih untuk memasak tepat waktu. Sahabat juga jadi mengatur waktu untuk menyesuaikan dengan kegiatan super sibuk lainnya. Bayangkan jika Sahabat seorang travel blogger Medan yang harus ngeblog sambil pelesir tapi berjuang untuk menghasilkan makanan enak di meja. Sunggun bukan perkara mudah

Ini berarti Sahabat terus-menerus menggunakan otak Sahabat untuk mengatur waktu dan meluangkan waktu untuk memasak. Tentu saja, menjaga otak Sahabat tetap aktif adalah penting dalam memerangi demensia alias pikun. Inilah poin plus dari masak makanan di rumah.  

7. Menghindari Alergi Makanan

Saat Sahabat memilih bahan makanan untuk dimasak, Sahabat bisa memastikan semua bahannya aman untuk dikonsumsi. Resiko bisa diminimalisasi dan pasti lebih sehat.

Saya pribadi punya alergi pada kepiting dan petis. Jadi untuk makanan yang menggunakan sedikit bahan petis, misalnya lontong balap, jika masak sendiri di rumah saya bisa skip petisnya. Tetapi untuk jenis makanan berpetis banyak seperti rujak uleg, saya terpaksa puasa makan.

8. Menambah PD

Jika Sahabat kurang percaya diri, memasak mungkin merupakan pilihan yang baik untuk Sahabat. Makin banyak bereksperimen di dapur membuat Sahabat akan makin percaya pada kemampuan untuk bisa menghasilkan makanan lezat yang disuka semua anggota keluarga.

Memasak adalah sebuah tantangan, tetapi ketika Sahabat menciptakan sebuah “masterpiece”, apapun hasil masakannya itu adalah sebuah pencapaian, kepercayaan diri Sahabat akan meningkat.

 Simple But Complicated

Memasak itu mudah, jargon ini selalu diucapkan oleh banyak chef dan para ibu doyan masak. Bagi saya memasak itu bisa mudah, tapi rumit dan ribet juga.

Hal yang mudah bisa jadi sulit untuk orang lain. Karenanya memasak perlu diapresiasi dan disokong agar terus tercipta makanan “masterpiece” yang memanjakan lidah anggota keluarga. Memasak bisa jadi sumber stres, tapi terus dukung orang-orang yang mencoba memasak di sekitar Sahabat agar mereka terus semangat menghasilkan hidangan sehat, lezat, dan membuat senang semuanya. 

Post a Comment

11 Comments

  1. Yang jelas masak di rumah banyak manfaatnya. Bisa bereksperimen dengan menu baru dan pastinya lebih hemat serta sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya suami saya ngga suka saya bereksperimen...yah..skill ga nambah-nambah nih ha ha..malah curhat

      Delete
  2. Asal food prep dulu, pasti proses memasak ini jadi tambah menyenangkan karena nggak terlalu lama :D bisa nyesuaiin rasa sendiri, bisa belajar antar anggota keluarga biasanya nih ibu sm anak perempuan hihi, dan juga lebih hemat tentunya kalau jumlahnya utk total anggota keluarga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Kak. Ternyata memasak juga bikin pinter manage waktu kan he he

      Delete
  3. Bener banget lho. Orang yg sudah capek2 memasak mesti diapresiasi. Entah rasanya enak atau biasa aja. Soalnya, aku berkaca sm diri sendiri yg nggak jago masak. Uhuhu
    Sepakat bgt kl masak di rumah bnyk bgt manfaat yg bisa dirasakan

    ReplyDelete
  4. Masak buat keluarga itu emang sebuah kepuasan tersendiri buat diri kita
    Saya pun belum bisa eksplor masak sendiri karena masih tinggal sama ortu, jadi ibu yang masakin buat sekeluarga, hehehe

    ReplyDelete
  5. Yes kak.. Memasak di rumah memang mendatangkan kesenangan dan juga kesehatan
    . Kalo di rumah penyajian pasti lebih higienis. Keluarga pun lebih sehat. Kantong pun aman karena bebas dari jajan di luar.

    ReplyDelete
  6. Memasak itu memang butuh skill yang perlu terus diasah ya, Mbak. Kalau terampil, semua tantangan masak dilalui dengan mudah.

    ReplyDelete
  7. Aku belajar masak itu setelah menikah mba. Dan emang saat ini kami lebih sering memasak sendiri dirumah karena sangat ekonomi apalagi kami ada 10 orang di rumah..
    Kalo pas gak bisa masak, pengeluaran jadi bengkak banget

    ReplyDelete
  8. Alfie di Natuna ini masak sendiri, kak. Masakan jadi sehat dan ilmu masak jadi nambah sih. Bisa kreasi sendiri. Kalau belum paham, Alfie bisa liat google untuk resepnya

    ReplyDelete
  9. Semenjak dulu saya tinggal di Jogja saya mulai rajin masak dan suka dengan memasak karena memang lebih sehat

    ReplyDelete

advertise