Q&A : Operasi Cesar, Pengalaman Operasi Kedua - et cetera

Thursday, September 9, 2021

Q&A : Operasi Cesar, Pengalaman Operasi Kedua



Sahabat, Alhamdulillah keluarga kecil saya nambah anggota baru lagi. Qodarullah harus cesar lagi. Mengingat dulu sudah pernah bikin postingan tentang operasi cesar, tetep saya bikin postingan yang berdasarkan fakta di lapangan he he he. 

Untuk para Sahabat yang akan melaksanakan operasi cesar pertama atau kedua, gambaran ini semoga bisa membantu rasa penisirin sebelum operasi. Kalau yang akan menjalani operasi kedua mungkin sudah tenang ya, sudah tahu soalnya. He he. Walau saya tidak tahu pelaksanaan operasi di rumah sakit lain, sekiranya ini sudah menjadi standar. Semoga terbantu dan tercerahkan ya.

Q : Emang bisa operasi cesar kedua dalam jarak dekat?

A : Berdasarkan hasil browsing, kehamilan selanjutnya minimal dua tahun. Bisa baca di sini ya. Untuk saya pribadi, jarak operasi saya 2 tahun 4 bulan. Dokter SpOG sih tidak mempermasalahkan, dan mungkin karena dari kehamilan pertama Alhamdulillah tidak ada komplikasi jadi ya...so far so good.

Q : Operasinya pakai BPJS atau umum?

A : Pakai BPJS. Tidak ada biaya apapun yang dikenakan. Saya pakai BPJS kelas 3, pelayanan dan kamar yang saya dapatkan bagus. Kamar rawat inap saya isinya cuma 2 bed dan kebetulan tetangga kamar cuma semalam nemani saya. Jadi berasa VIP, minus TV dan AC. 

Alhamdulillah terbantu sekali dengan BPJS Kesehatan. Makanya, segera urus, yang punya tanggunga, segera dibayar. Kalo pas sakit atau butuh ke rumah sakit biayanya banyak. Sudah enak ditanggung BPJS. Jangan telat bayar melebihi tanggal 10 ya. Jangan juga mikir rugi punya kalo ga kepake. Mikirnya bisa bantu orang lain, karena sistem gotong royong. Saya aja bayar 35 ribu per bulan bisa operasi cesar nirbiaya alias tanpa biaya lagi.

Q : Prosedur bisa cesar dengan bantuan BPJS gimana?

A :  Poin yang harus diingat adalah semua pelayanan kesehatan dengan BPJS dimulai dari Faskes (Fasilitas Kesehatan) Tingkat Pertama. Ini bisa dokter yang kerja sama dengan BPJS atau Puskesmas. Saya pakai Puskesmas. Jadi kontrol kehamilan dari awal langsung ke Puskesmas.

Dari Puskesmas baru dapat rujukan ke RS karena resiko kehamilan saya cukup tinggi. Faktor usia, ada sejarah glukoma tekanan rendah pada mata, minus mata dan kemudian setelah kontrol ke SpOG ternyata bayi saya posisinya telentang tidak turun ke jalan lahir ketika cukup usia..

Selama kontrol ke SpOG sampai persalinan semua tertanggung BPJS Kesehatan. Lebih jelas tentang penggunaan BPJS untuk bumil bisa baca di sini.

Q : Operasinya seperti apa?

A : Berikut tahapannya

  1. Setelah dapat tanggal operasi, dari SpOG diarahkan ke bagian administrasi guna mengurus segala keperluan administrasu sebelum operasi. 
  2. Kartu BPJS akan dicek, jika ada tanggungan iuran dan lainnya InsyaAllah akan diminta menyelesaikan dulu. Alhamdulillah saya tidak ada tanggungan, tidak pernah telat bayar jadi tidak ada denda juga. Semua clear. Anggota keluarga (suami) menandatangani dokumen pernyataan kesanggupan operasi, tindakan bius (anestesi) dan segala macamnya.
  3. Karena pandemi, saya wajib tes rapid antigen. Tesnya berbayar dan sudah tertanggung BPJS. Alhamdulillah hasilnya negatif.
  4. Tepat di hari dan jam yang ditentukan, saya mendaftar lagi ke bagian pendaftaran rawat inap (urusan administrasi lagi). Lalu langsung ke IGD
  5. Di IGD langsung disuruh berbaring. Diukur tensi, lalu dipasang infus. Semua perhiasan dilepas.
  6. Perut dipasang alat untuk mengukur detak jantung bayi. Entah apa namanya, alatnya seperti sabuk, dilingkarkan ke perut, detak jantung bayi terekam dalam print out, Tiap bayi bergerak saya diminta menekan tombol yang saya genggam.
  7. Masuk ruang rawat inap, mulai puasa (saat itu jadwal operasi jam 7 pagi dan puasa mulai jam 23.30. Saya sudah berpuasa mulai jam 10 malam)
  8. Sekitar jam 5 pagi saya dijemput untuk ke ruang IGD. Saya pipis dulu sebelum operasi he he.
  9. Duduk di kursi roda, tanpa alas kaki masuk ke ruang persiapan operasi.
  10. Semua baju dilepas, ganti baju operasi lalu menunggu bersama pasien lain yang akan operasi juga.
  11. Dipanggil untuk operasi dengan infus masih terpasang. Naik ke meja operasi (mulai deg-deg-an).
  12. Duduk di meja operasi yang sudah dialasi underpad. Dokter anestesi mendekat, ajak ngobrol biar santai. Saya diminta duduk dan kepala menunduk. Punggung dioles sesuatu, lalu di bagian bawah pinggang, tepat di tengah dekat pantat, suntikan masuk. Ini sakit ya suntikannya, Hiks....langsung terasa kesemutan di kaki. Lalu mulai pinggang sampai kaki mati rasa. Saya dibaringkan.
  13. Baju disingkap, kedua telapak kaki ditemukan, kateter dipasang. Ini bagian yang menurut saya paling bikin nggak nyaman. Apalah daya? Kateter itu selang yang dipasang di saluran kemih, dimasukkan ke kelamin karena pasca operasi ga bisa langsung pipis sendiri. Jadi dibantu alat ini.
  14. Bagian pinggang sampai kaki mati rasa, pembedahan berlangsung, untuk saya mungkin sekitar 5 menit kemudian bayi dikeluarkan dari rahim. 
  15. Oh ya, ada yang terlewat, infus di tangan kiri diatur menetes elbih deras, ada klip di jari yang dipasang entah namanya apa, bunyinya nut nut nut nut....Lalu lengan kanan diregangkan juga, dipasang alat lagi yang seperti strap pada tensimeter, bisa tiba-tiba mengembang dan mengempis.
  16. Setelah bayi dikeluarkan, dokter menutup luka operasi. Lalu beberapa saat kemudian bayi ditunjukkan ke saya setelah ia dibersihkan. 
  17. Operasi berjalan sekitar 20-25 menit.
  18. Sepanjang operasi saya terjaga, bisa mendengar dan melihat segala aktivitas, walau terbatas karena ada tabir yang dipasang di bawah dada.
  19. Dari meja operasi, badan dimiringkan, diguling perlahan ke ranjang beroda. Ini badan kaku bener, tidak terasa apapun.
  20. Dari ruang operasi saya dipindah ke ruang sadar, pasca operasi. Perjuangan berlanjut. 
  21. Operasi cesar pertama saya sedikit kedinginan, tidak pusing, operasi prosedur sama yang kedua, saya menggigil hebat.
  22. Jadi anehnya, terasa ruangan biasa saja tidak dingin. Tapi tubuh menggigil, ini tidak terkontrol, dan terjadi hampir 2 jam untuk saya. Mau tidur juga tidak bisa, selain malu juga kalo ngorok wkwkwkwwk.
  23. Setelah tidak ada kendala apa-apa, saya pindah ke kamar perawatan dan menginap 2 malam.

Q: Bekas operasinya sama kah?

A: Sama, tepat di bekas operasi lama, Jadi tidak ada bekas baru.

Q : Sakit ga sih kalo caesar itu? Pulihnya lama?

A : Caesar termasuk operasi besar. Jadi ya kalo dibilang ga sakit itu bohong banget nget. Terasa sakit berupa nyeri di perut bawah. Setelah operasi pasien akan diminta untuk miring kiri dan kanan, ga langsung tapi beberapa jam kemudian untuk mengurangi kembung pada perut. Makin tidak mau bergerak, makin kembung rasanya. Ini sakit, tapi ya harus demikian adanya. Hari kedua harus sudah belajar turun, jalan-jalan, bahkan pada kasus saya tepat 24 jam kemudian saya sudah diperbolehkan mandi asal luka tidak digosok.

Jadi, setelah operasi bekas luka kemudian diganti penutupnya oleh dokter SpOG. Bentuknya seperti double tape yang digunting menutup luka, lalu diberi lakban besar seperti isolasi bening besar yang ditempel di bekas luka operasi. Sudah begitu saja, sesederhana itu saja. 

Pemulihan operasi pada kasus saya Alhamdulillah tidak lama. Seminggu pascaoperasi saya sudah bisa beraktivitas seperti semula minus angkat-angkat barang yang berat. Pulang dari rumah sakit pun sudah bisa seperti semula cuma ketika pindah badan kadang nyeri sekali.

Semua rasa ini terbayar dengan rasa syukur dan kagum atas ciptaan Allah yang telah menghadirkan buah hati tercinta. 

Oh ya, pasca operasi seminggu kemudian ada kunjungan ke SpOG untuk kontrol. SpOG akan membuka "isolasi" pada bekas luka. Jadi sudah tidak ada lagi penutup pada luka dan kemudian dilakukan USG lagi untuk mengecek luka di dalam rahim. Jika sudah tidak ada masalah, biasanya ada obat untuk mempercepat pemulihan dan tidak diperlukan lagi kunjungan lanjutan ke SpOG.

Semoga para bumil yang akan menjalani prosedur caesarean section ini dilindungi Allah dan menjalani operasi dengan lancar ya. Terjawab juga rasa penasarannya. Jika ada pertanyaan yang belum terwakilkan dari uraian saya, yuk komen di kolom komentar ya. Much love


Sumber gambar:
https://www.babydestination.com/c-section-versus-natural-delivery-risks-and-benefits