Q&A : Operasi Cesar, Pengalaman Operasi Kedua



Sahabat, Alhamdulillah keluarga kecil saya nambah anggota baru lagi. Qodarullah harus cesar lagi. Mengingat dulu sudah pernah bikin postingan tentang operasi cesar, tetep saya bikin postingan yang berdasarkan fakta di lapangan he he he. 

Untuk para Sahabat yang akan melaksanakan operasi cesar pertama atau kedua, gambaran ini semoga bisa membantu rasa penisirin sebelum operasi. Kalau yang akan menjalani operasi kedua mungkin sudah tenang ya, sudah tahu soalnya. He he. Walau saya tidak tahu pelaksanaan operasi di rumah sakit lain, sekiranya ini sudah menjadi standar. Semoga terbantu dan tercerahkan ya.

Q : Emang bisa operasi cesar kedua dalam jarak dekat?

A : Berdasarkan hasil browsing, kehamilan selanjutnya minimal dua tahun. Bisa baca di sini ya. Untuk saya pribadi, jarak operasi saya 2 tahun 4 bulan. Dokter SpOG sih tidak mempermasalahkan, dan mungkin karena dari kehamilan pertama Alhamdulillah tidak ada komplikasi jadi ya...so far so good.

Q : Operasinya pakai BPJS atau umum?

A : Pakai BPJS. Tidak ada biaya apapun yang dikenakan. Saya pakai BPJS kelas 3, pelayanan dan kamar yang saya dapatkan bagus. Kamar rawat inap saya isinya cuma 2 bed dan kebetulan tetangga kamar cuma semalam nemani saya. Jadi berasa VIP, minus TV dan AC. 

Alhamdulillah terbantu sekali dengan BPJS Kesehatan. Makanya, segera urus, yang punya tanggunga, segera dibayar. Kalo pas sakit atau butuh ke rumah sakit biayanya banyak. Sudah enak ditanggung BPJS. Jangan telat bayar melebihi tanggal 10 ya. Jangan juga mikir rugi punya kalo ga kepake. Mikirnya bisa bantu orang lain, karena sistem gotong royong. Saya aja bayar 35 ribu per bulan bisa operasi cesar nirbiaya alias tanpa biaya lagi.

Q : Prosedur bisa cesar dengan bantuan BPJS gimana?

A :  Poin yang harus diingat adalah semua pelayanan kesehatan dengan BPJS dimulai dari Faskes (Fasilitas Kesehatan) Tingkat Pertama. Ini bisa dokter yang kerja sama dengan BPJS atau Puskesmas. Saya pakai Puskesmas. Jadi kontrol kehamilan dari awal langsung ke Puskesmas.

Dari Puskesmas baru dapat rujukan ke RS karena resiko kehamilan saya cukup tinggi. Faktor usia, ada sejarah glukoma tekanan rendah pada mata, minus mata dan kemudian setelah kontrol ke SpOG ternyata bayi saya posisinya telentang tidak turun ke jalan lahir ketika cukup usia..

Selama kontrol ke SpOG sampai persalinan semua tertanggung BPJS Kesehatan. Lebih jelas tentang penggunaan BPJS untuk bumil bisa baca di sini.

Q : Operasinya seperti apa?

A : Berikut tahapannya

  1. Setelah dapat tanggal operasi, dari SpOG diarahkan ke bagian administrasi guna mengurus segala keperluan administrasu sebelum operasi. 
  2. Kartu BPJS akan dicek, jika ada tanggungan iuran dan lainnya InsyaAllah akan diminta menyelesaikan dulu. Alhamdulillah saya tidak ada tanggungan, tidak pernah telat bayar jadi tidak ada denda juga. Semua clear. Anggota keluarga (suami) menandatangani dokumen pernyataan kesanggupan operasi, tindakan bius (anestesi) dan segala macamnya.
  3. Karena pandemi, saya wajib tes rapid antigen. Tesnya berbayar dan sudah tertanggung BPJS. Alhamdulillah hasilnya negatif.
  4. Tepat di hari dan jam yang ditentukan, saya mendaftar lagi ke bagian pendaftaran rawat inap (urusan administrasi lagi). Lalu langsung ke IGD
  5. Di IGD langsung disuruh berbaring. Diukur tensi, lalu dipasang infus. Semua perhiasan dilepas.
  6. Perut dipasang alat untuk mengukur detak jantung bayi. Entah apa namanya, alatnya seperti sabuk, dilingkarkan ke perut, detak jantung bayi terekam dalam print out, Tiap bayi bergerak saya diminta menekan tombol yang saya genggam.
  7. Masuk ruang rawat inap, mulai puasa (saat itu jadwal operasi jam 7 pagi dan puasa mulai jam 23.30. Saya sudah berpuasa mulai jam 10 malam)
  8. Sekitar jam 5 pagi saya dijemput untuk ke ruang IGD. Saya pipis dulu sebelum operasi he he.
  9. Duduk di kursi roda, tanpa alas kaki masuk ke ruang persiapan operasi.
  10. Semua baju dilepas, ganti baju operasi lalu menunggu bersama pasien lain yang akan operasi juga.
  11. Dipanggil untuk operasi dengan infus masih terpasang. Naik ke meja operasi (mulai deg-deg-an).
  12. Duduk di meja operasi yang sudah dialasi underpad. Dokter anestesi mendekat, ajak ngobrol biar santai. Saya diminta duduk dan kepala menunduk. Punggung dioles sesuatu, lalu di bagian bawah pinggang, tepat di tengah dekat pantat, suntikan masuk. Ini sakit ya suntikannya, Hiks....langsung terasa kesemutan di kaki. Lalu mulai pinggang sampai kaki mati rasa. Saya dibaringkan.
  13. Baju disingkap, kedua telapak kaki ditemukan, kateter dipasang. Ini bagian yang menurut saya paling bikin nggak nyaman. Apalah daya? Kateter itu selang yang dipasang di saluran kemih, dimasukkan ke kelamin karena pasca operasi ga bisa langsung pipis sendiri. Jadi dibantu alat ini.
  14. Bagian pinggang sampai kaki mati rasa, pembedahan berlangsung, untuk saya mungkin sekitar 5 menit kemudian bayi dikeluarkan dari rahim. 
  15. Oh ya, ada yang terlewat, infus di tangan kiri diatur menetes elbih deras, ada klip di jari yang dipasang entah namanya apa, bunyinya nut nut nut nut....Lalu lengan kanan diregangkan juga, dipasang alat lagi yang seperti strap pada tensimeter, bisa tiba-tiba mengembang dan mengempis.
  16. Setelah bayi dikeluarkan, dokter menutup luka operasi. Lalu beberapa saat kemudian bayi ditunjukkan ke saya setelah ia dibersihkan. 
  17. Operasi berjalan sekitar 20-25 menit.
  18. Sepanjang operasi saya terjaga, bisa mendengar dan melihat segala aktivitas, walau terbatas karena ada tabir yang dipasang di bawah dada.
  19. Dari meja operasi, badan dimiringkan, diguling perlahan ke ranjang beroda. Ini badan kaku bener, tidak terasa apapun.
  20. Dari ruang operasi saya dipindah ke ruang sadar, pasca operasi. Perjuangan berlanjut. 
  21. Operasi cesar pertama saya sedikit kedinginan, tidak pusing, operasi prosedur sama yang kedua, saya menggigil hebat.
  22. Jadi anehnya, terasa ruangan biasa saja tidak dingin. Tapi tubuh menggigil, ini tidak terkontrol, dan terjadi hampir 2 jam untuk saya. Mau tidur juga tidak bisa, selain malu juga kalo ngorok wkwkwkwwk.
  23. Setelah tidak ada kendala apa-apa, saya pindah ke kamar perawatan dan menginap 2 malam.

Q: Bekas operasinya sama kah?

A: Sama, tepat di bekas operasi lama, Jadi tidak ada bekas baru.

Q : Sakit ga sih kalo caesar itu? Pulihnya lama?

A : Caesar termasuk operasi besar. Jadi ya kalo dibilang ga sakit itu bohong banget nget. Terasa sakit berupa nyeri di perut bawah. Setelah operasi pasien akan diminta untuk miring kiri dan kanan, ga langsung tapi beberapa jam kemudian untuk mengurangi kembung pada perut. Makin tidak mau bergerak, makin kembung rasanya. Ini sakit, tapi ya harus demikian adanya. Hari kedua harus sudah belajar turun, jalan-jalan, bahkan pada kasus saya tepat 24 jam kemudian saya sudah diperbolehkan mandi asal luka tidak digosok.

Jadi, setelah operasi bekas luka kemudian diganti penutupnya oleh dokter SpOG. Bentuknya seperti double tape yang digunting menutup luka, lalu diberi lakban besar seperti isolasi bening besar yang ditempel di bekas luka operasi. Sudah begitu saja, sesederhana itu saja. 

Pemulihan operasi pada kasus saya Alhamdulillah tidak lama. Seminggu pascaoperasi saya sudah bisa beraktivitas seperti semula minus angkat-angkat barang yang berat. Pulang dari rumah sakit pun sudah bisa seperti semula cuma ketika pindah badan kadang nyeri sekali.

Semua rasa ini terbayar dengan rasa syukur dan kagum atas ciptaan Allah yang telah menghadirkan buah hati tercinta. 

Oh ya, pasca operasi seminggu kemudian ada kunjungan ke SpOG untuk kontrol. SpOG akan membuka "isolasi" pada bekas luka. Jadi sudah tidak ada lagi penutup pada luka dan kemudian dilakukan USG lagi untuk mengecek luka di dalam rahim. Jika sudah tidak ada masalah, biasanya ada obat untuk mempercepat pemulihan dan tidak diperlukan lagi kunjungan lanjutan ke SpOG.

Semoga para bumil yang akan menjalani prosedur caesarean section ini dilindungi Allah dan menjalani operasi dengan lancar ya. Terjawab juga rasa penasarannya. Jika ada pertanyaan yang belum terwakilkan dari uraian saya, yuk komen di kolom komentar ya. Much love


Sumber gambar:
https://www.babydestination.com/c-section-versus-natural-delivery-risks-and-benefits

Post a Comment

42 Comments

  1. Alhamdulillah banget yaa pelayanan BPJS ini udah lumayan. Meski memang masih banyak harus diperbaiki. Tapi, aku inget waktu adikku operasi usus buntu. Semua biaya benar-benar ditanggung BPJS dan ditangani secara profesional. Bahkan biaya berobat jalan bapakku juga pakai BPJS kak. Jadi terbantu banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita semua sehat selalu dalam lindungan-Nya dan ngga langganan make BPJS ya Mba :)

      Delete
  2. Operasi caesar ini sebagian bumil pasti sangat mengkhawatirkan karena proses pemulihan lukanya juga lumayan lama. Namun, caesar bisa diminimalisir dengan menjaga kesehatan kandungan selama kehamilan. Tips di atas juga sangat berguna, apalagi yang masih bertanya2 bisa tidaknya pake BPJS kesehatan.

    ReplyDelete
  3. Pengalaman operasi cesar dan perawatan menggunakan BPJS Kesehatan mensapatkan pencerahan informasi jelas san gamblang.

    ReplyDelete
  4. Lahiran anak pertamaku proses normal. Jujur kepikiran gimana kalau operasi cesar dan takut. Apalagi dulu minim informasi tentang operasi ini. Pasti ibu hamil memiliki kekhawatiran tersendiri tentang operasi cesar dan di sini dijelaskan dengan baik dan sangat jelas. Jadi ibu hamil bisa mengantisipasi jika hari H sudah dekat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga terbantu..buat para bumil di seluruh Indonesia :)

      Delete
  5. Alhamdulillah nih dapat pencerahan tentang operasi sesar dengan BPJS.

    Kebetulan adik saya lahiran sesar, waktu itu nggak pakaai BPJS, terasa berat biaya yang disiapkan. Ini bisa jadi referensi buat dia, kalau nanti ingin punya anak lagi, bisa siapkan BPJS dari jauh-jauh hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi penasaran, kalo operasi cesar tanpa BPJS kena berapa ya biayanya?

      Delete
  6. BPJS mamang ngebantu banget saat harus menjalani persalinan secara cesar. Soalnya kan biayanya lumayan banget. Kemarin aku juga udah jaga-jaga jika harus secar, tetapi Alhamdulillah persalinan ketiga kemarin normal lagi.

    ReplyDelete
  7. Biasanya tentu harus berjarak ya jika melakukan cesar sejak pertama kali untuk menuju yang kedua. Saya masih mendengar kawan-kawan yang sudah pernah cesar memang sakit tentunya tetapi diiringi doa dan memang demi anak ya pasti dijalani dengan kuat.

    ReplyDelete
  8. Syukurlah operasi caesar bisa dicover BPJS. Aku juga mau mendaftar BPJS untuk persiapan melahirkan Maret 2022. Doakan lancar ya mbak. Semoga diberikan kesehatan dan kelancaran

    ReplyDelete
  9. Aku sesar dua kali. Tempat operasinya di bekas luka sama, tapi nambah lagi 1 cm kiri dan 1 cm kanan, lantaran aku melahirkan sesar kedua itu anak kembar. Ibu-ibu yang tengah mengandung ada baiknya mengurus BPJS dari sekarang, supaya gak kalang kabut mendekati lahiran. Gampang banget kok, seminggu kurang udah kelar.

    ReplyDelete
  10. Wah, jaraknya harus 2 tahun ya. Mungkin tergantung kondisi sesar nya juga ya. Kan ada juga yang harus menunggu sampai lebih dari 2 tahun itu.
    kasuistik sih. Makasih Kak atas artikelnya sangat informatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saran dari ahlinya sih begitu. Tapi saya hamil lagi ngga sampai 2 tahun dari kelahiran pertama. Kalo melahirkannya emang 2 tahun lebih jaraknya

      Delete
  11. Apapun proses melahirkannya, yang penting ibu dan bayi sehat ya Mbak. Btw aku jadi paham step cesar itu, perjuangan luarbiasa huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, perjuangan. Tetep semangat dan bahagia selalu ya Mbak

      Delete
  12. Masya allah infonya sangat bermanfaat sekali mba, saya jadi paham prosedur kalau mau persalinan caesar. Selamat atas persalinan keduanya ya mba ❤

    ReplyDelete
  13. aku baca langkah-langkah operasinya kok merinding ya. Luar biasa perjuangan seorang ibu untuk menghadirkan janinnya ke dunia ini.

    Operasi besar gitu pastinya butuh biaya besar ya, untung semua di tanggung BPJS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya ga kerasa begitu ngelihat dede bayi...MasyaAllah...AllahuAkbar gitu aja deh...sungguh liuar biasa kuasa Allah

      Delete
  14. Aku tu mau ngebayangin melahirkan emang serba degdegan walaupun belum nikah wkwk. Jadi bingung baiknya nanti sesar apa normal. Terus nanti kalo sesar pasti sakit banget sembuhnya juga lama. Dilemanya jadi cewek

    ReplyDelete
  15. Terima kasih informasinya tentang caesar melalui BPJS. Masih banyak yg meragukan soal BPJS malah mikir untung-rugi kalau engga terpakai segala. Yg namanya sakit engga mengenal waktu, BPJS ya buat jaga-jaga. Kami sekeluarga ya pemakai BPJS sih, saya malah udah langsung potong gaji...wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Ma syaa Allah ya perjuangan Ibu saat melahirkan, baik yang normal maupun yang cesar, sama-sama luar biasa perjuangannya. Terima kasih informasinya. jadi punya bayangan tentang prosedur melahirkan secara cesar.

    ReplyDelete
  17. Sehat sehat terus ya kak, bunda dan anak kesayangannya. Semoga menjadi investasi akhirat kelak. Terimakasih sharing nya, jadi lebih paham dengan prosedur Cesar dan pengunaan BPJS nih

    ReplyDelete
  18. Walaupun operasi caesar termasuk operasi besar dan cukup mengkhawatirkan, tetapi semua terbayar saat melihat bayi lahir dengan selamat. Apapun bentuk proses kelahirannya tetap saja perjuangan seorang ibu sungguh luar biasa.
    Selamat ya mbak, semoga mba dan anaknya semakin sehat dan bertumbuh dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, doa yang sama untuk Mbak dan semua keluarga Indonesia.

      Delete
  19. terima kasih sharingnya ya mba, semangat sehat terus yaaa ibu dan buah hatinya.. sharing seperti ini bermanfaat banget buat yang sedang hamil dan akan menjalani proses melahirkan

    ReplyDelete
  20. Jadi inget pengalaman saat istri melahirkan dengan proses operasi cesar, rasanya gak bisa dibayangin kayak gimana, tapi lahamdulillah operasi dapat berjalan dengan lancar, dan syukurlah anak dan istri selamat

    ReplyDelete
  21. Wah selamat ya mbak semoga debay sehat selalu dan sebagai ibu pasti langsung terbayar lunas ya rasa sakit cessar dengan hadirnya debay.semoga sehat selalu

    ReplyDelete
  22. Operasi sesar itu memang mendebarkan. Tapi alhamdulillah anaknya lahir sehat ya mbak.

    ReplyDelete
  23. Jelas banget informasinya ... dan BPjS pula.. menepis bagi yg ragu.. bahwa operasi caesar tidak bisa di tanggung bpjs..

    ReplyDelete
  24. Subhanallah ya proses melahirkan SC seperti itu. Saya kebetulan aja dikasih Allah SWT lahiran normal per vaginam, tetapi ke-4 kelahiran itu saya dan suami selalu siap dg alternatif tindakan SC jika dokter menyarankan demikian. Nice info yaa Mba Silvana

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah Mba Mia, beruntungnya. Betul, pokoknya manut aja, ngikut kata ahli di bidangnya.

      Delete
  25. Halo mbak Silva, salam kenal. Do'ain ya bentar lagi mau nikah nih. Jujurly kalau kalau ngomongin melahirkan suka deg-degan gitu. Btw, thanks ya sharingnya, jadi ada pengetahuan tentang operasi SC

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai salam kenal Mbak. Semoga lancar semua urusannya. Nikmati saja prosesnya Mba, toh ya ga bisa menghindar jika Allah berkehendak cesar. Semangat aja

      Delete
  26. Lahiran anak juga pake c-section ini. Buat yang nungguin di selasar depan ruang operasi, rasanya deg-degan banget. Duh, pengalaman yang gak terlupakan.

    ReplyDelete
  27. Ada coba-coba ngintip proses operasi dari lampu operasinya nggak, mbak? Hehehe, alhamdulillah ya lancar lahirannya. Sama denganku, yang paling nggak enak itu pasang kateter. Malah aq pernah nangis waktu mau pipis pertama kali setelah lepas kateter. Lebih sakit dari luka bekas operasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pasti karena kurang pas kali ya Mbak, maksudnya kurang nyaman gitu. Hal yang paling nyebelin itu benr-bener kateter.

      Delete

advertise
advertise
advertise
advertise