8 Argumen Perokok, Patahkan Biar Ga Tuman! - et cetera

Thursday, July 25, 2019

8 Argumen Perokok, Patahkan Biar Ga Tuman!


sumber gambar:
https://baotainguyenmoitruong.vn/xa-hoi/khoi-thuoc-la-pha-suc-khoe-hai-moi-truong-1269657.html


Semalam, saya seperti biasa sibuk menggulir jari di Instagram. Muncullah di lini masa saya, nukilan ceramah singkat Ustad Muhammad bin Anies Shahab. Judul di slide Instagramnya adalah: Jangan Merokok di Masjid. Rokok berisi keburukan, baunya tak baik jika menguar di masjid. Pak ustad muda menjelaskan mengapa seperti itu. 

Hal yang paling menarik adalah membaca komentar netizen. Banyak sekali yang bereaksi menolak untuk mengikuti wejangan pak ustad.  Argumennya hanya ada dua jenis. Yang pertama, argument yang mendasarkan pada kebiasaan ustad lain yang membolehkan merokok, dan juga seorang perokok. Argumen kedua, fakta rokok yang jadi penyumbang income negara, membuat petani tembakau berdaya, dan lain sebagainya, oleh karena itu rokok masih membawa banyak manfaat. Negara pun takluk, jadi mengapa rokok harus dilarang.

Perokok bisa terus keukeuh dengan argumennya. Tapi data juga berbicara, bukan hanya katanya dan katanya. Berikut adalah beberapa fakta tentang rokok yang menjawab aneka “dalil-dalil” para perokok yang Sahabat wajib tahu. Kalo perlu ajak juga para perokok untuk membaca betapa berbahayanya kegiatan mereka untuk semua orang.

1. Ngerokok atau ngga tar juga mati.

Ini nih pernyataan paling ngasal. Ya dijawab aja ngga usah makan aja tar juga mati, ngga usah kerja tar juga mati, ngga usah ngerokok lebih baik, hemat ga keluar duit tar juga mati.

Badan kan dianugerahkan Tuhan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dijaga, masa iya mau dirusak begitu aja. Apa ga pengen hidup sehat lebih lama untuk main-main sama anak cucu? Apa ga mau bikin istri bahagia karena ga perlu was-was nungguin suami kalo ternyata sakit dan dirawat di rumah sakit? Apa ga sayang duitnya buat bayarin dokter? Semoga jawaban-jawaban seperti ini bisa sedikit membuka rasa welas asih para perokok.

Emang perlu rasa welas asih mereka dibangun? Perlu banget, karena keegoisan perokok sudah banyak membawa korban. Salah satu korbannya, yang dikenal banyak masyarakat adalah Alm. Sutopo  Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB, yang perokok pasif. Beliau meninggal karena kanker paru, padahal tidak merokok, tapi banyak berkumpul dengan perokok.

2. Yang negrokok kan aku, kok situ larang-larang.

Justru Sahabat perlu melarang atau menghindari para perokok. Terutama Sahabat jomblowati, kalo pacarnya atau calon suaminya perokok udah deh dijauhin aja. Mending cari yang ga ngerokok. Alasannya gampang aja, perokok pasif – yaitu orang yang tidak merokok tapi berada dekat dengan para perokok juga terkena resiko yang sama besarnya dengan para perokok. Tar anak cucu semua keturunan yang lahir putih bersih sehat udah dicemari dong. Ga kasian kenapa? 

Lagian kalo cinta kan harusnya jagain, bukan racunin. Ya nggak, ya nggak?


Faktanya:
  • Paparan asap rokok meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru sebesar 30 persen dan penyakit jantung koroner sebanyak 25 persen, dikutip dari buku The Tobacco Atlas yang diterbitkan American Cancer Society dan World Lung Foundation.
  • Ada 90 juta lebih orang Indonesia yang terpapar asap rokok menurut penelitian riset kesehatan dasar (Rikesdas) 2013.
  • Hampir separo dari jumlah di atas adalah anak-anak dan bayi usia 0 – 14 tahun yang terpapar dari anggota keluarganya.
  • Orang dewasa terpapar zat berbahaya rokok 85% di rumah, lebih dari 78% di tempat makan, dan 50% di tempat kerja, menurut hasil penelitian Global Adult Tobacco Survey (GATS) periode 2008 – 2013.
  • Zat kimia yang dipaparkan oleh rokok menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter adalah amonia, butan, karbon monoksida, kromium, sianida, timbal, formaldehid, dan polonium. 


3. Kalo ngga ngerokok itu bikin badan lemes, ga bertenaga

Rokok mengandung nikotin, semua sudah paham ya. Nikotin berakibat adiksi alias kecanduan. Asap rokok dengan nikotin masuk ke susunan syaraf pusat sekitar 7-10 detik, dan otak akan memproduksi dopamine lebih banyak karena ada rangsangan si nikotin.

Nah dopamine adalah transmitter syaraf alias pembawa pesan dari satu sel syaraf ke sel syaraf lain. Bahasa medisnya, dopamine adalah neurotransmitter. Dopamin diproduksi secara alami oleh tubuh, tapi dirangsang oleh nikotin pada perokok.

Dopamin pada perokok akan masuk ke system limbik yang hasilnya adalah sensasi kenikmatan. Dopamin ini bertahan sekitar 40 menit di system limbic, jadi ketika hilang efeknya ya perokok ingin merokok lagi. Pada orang normal dopamine diproduksi sesuai kebutuhan tubuh, sementara pada perokok dikeluarkan lebih dari kebutuhannya. Jadi tubuh pun melakukan penyesuaian. Produksi dopamine yang harusnya alami jadi hanya muncul ketika dipicu nikotin. Parahnya jika reaksi tubuh mengeluarkan dopamine yang berlebihan, maka pecandu rokok bisa punya gejala skizophrenia (orang dengan gangguan jiwa)

Perokok kalo berhenti merokok memang akan mendapati perasaan gelisah, tidak, nyaman, lemas, depresi dan lain sebagainya. Ini karena produksi dopamin berkurang atau terhenti. Awalnya dipicu nikotin, terbiasa ada rangsangan, ga dirangsang ya jadi mogok deh produksi dopaminnya.

Hal tersebut yang menjadi alasan orang males berhenti merokok. Karena badan rasanya tidak nyaman. Padahal, dopamine itu akan muncul lagi, diproduksi seara alami lagi. Pada dasarnya semua kembali ke niat. Mantapkan niat, maka apa yang tak mungkin dicapai?


4. Halah, sakit juga tar bisa dibantu BPJS

Untuk saat ini memang perokok dibantu BPJS kalo sakit. Ga adil ya? Kan sakitnya dibikin sendiri tuh. Well, alasannya adalah karena (BPJS) adalah asuransi wajib dan asuransi sosial. Jadi, pemerintah tidak membedakan apabila sakitnya karena rokok atau karena dipicu penyakit lain.

Siapa sih yang mau sakit? Batuk aja udah ga enak, apalagi kemudian sakit paru-paru. Okelah biaya rumah sakit dan obat ditanggung BPJS, lha kalo sakit terus ga kerja emang perusahaan mau nanggung biaya makan anak istri? Kalo izin kerja lama emang lama-lama ga digantiin sama yang sehat? Kalo dirawat di rumah sakit, emang istri atau kerabat ga nungguin? Bisa tinggal sendirian dirumah sakit tanpa ditemani anggota keluarga? Lha kalo keluarganya kerja, emang ga izin dari atasan? Kalo susah izinnya? Ke rumah sakitnya ga butuh biaya? Kalo jauh dari rumah sakit, biaya perjalanan kontrol berobat gimana?

Banyak masalahnya kan daripada nggaknya?  Dan anyway, tahukah Sahabat bahwa ternyata BPJS defisit Rp9,1 triliun karena penyakit katastropik yang dipicu rokok loh.


5. Rokok itu bantu negara, cukai rokok itu penyumbang APBN terbesar tahu!

Ehem ehem. Tahukah Sahabat apa arti cukai itu? Cukai bukan sekedar pajak, sederhananya cukai itu sebuah pungutan terhadap barang-barang yang konsumsinya perlu dikendalikan, keberadaannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan efek negatif bagi masyarakat/lingkungan hidup, dan pemakaiannya perlu pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Jadi barang-barang konsumsi “bahaya” ini dikendalikan biar ga bablas.

Penerimaan negara dari cukai tembakau memang menyumbang 95%. Sisanya 5% dari cukai lainnya. 95% itu setara dengan Rp143,53 triliun (data tahun 2016). Tapi, perlu dicatat juga bahwa ternyata beban pemerintah akibat rokok ini malah lebih tinggi daripada nilai cukai rokok yang diterima. Tekor dong? Iya.


Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan, kerugian ekonomi secara makro akibat penggunaan tembakau mencapai 3 sampai 4 kali lebih besar dibanding dengan yang diterima dari cukai rokok. Di tahun 2010, kerugian ekonomi ini Rp378,75 triliun pada 2013.

Jadi kesimpulannya, tak boleh dibanggakan lagi perokok jadi penyumbang negara, yang ada malah jadi beban negara.


6. BPJS Yang nambahin pendanaannya itu rokok dari cukainya, perokok  malah berjasa bro

Berkaitan dengan pendanaan kesehatan lewat BPJS pemerintah menetapkan bahwa cukai rokok dipakai untuk menambal defisit BPJS. Harusnya perokok ga bangga, karena cukai itu semacam rem untuk membuat orang berhenti merokok. Ada biaya tambahan untuk membuat para perokok berpikir ulang tentang merokok. Cukai ini seperti denda. Uang denda lalu dikumpulkan untuk membantu keuangan BPJS.

Masalahnya BPJS sendiri menanggung segala akibat yang disebabkan oleh rokok. Ada 16% dari seluruh penyakit tidak dapat dikomunikasikan, atau noncommunicable diseases, merupakan sumbangan dari tembakau. Jadi negara harus pembiayaan penyakit akibat rokok. Cukainya ya seperti denda. Bukan sekadar cukai rokok kasih duit ke negara untuk bantu pengobatan pengguna BPJS lain. Yang ada malah iuran bulanan saya untuk bantu para perokok yang sakit dan dirawat, duh!


7. Kalo rokok dilarang siapa yang kasih makan petani tembakau?

Jawaban gampangnya, ya  petani beralih komoditas pertanian lain yang lebih “barokah”. Tapi perdebatan pasti muncul, karena para petani tembakau faktanya memang mendapatkan banyak keuntungan, kaya raya, bisa naik haji, bangun rumah dan lain sebagainya dari hasil bertanam tembakau. Struktur tanah mungkin berbeda juga untuk ditanami tanaman lain, tapi banyak juga petani yang sudah beralih menanam komoditas lain. 

Sekali lagi, bukankah ini juga ada pada niatannya. Sistem pertanian dan ilmu pertanian berkembang. Bertani ada aneka rupa bukan hanya tembakau saja. Sahabat juga perlu tahu bahwa menanam tembakau tidak semudah komoditas lain. Ada beberapa faktor penentu loh, seperti yang saya ulas berikut:
  • Faktor utama keberhasilan menanam tembakau adalah cuaca. Tembakau butuh air yang cukup. Kurang air tak bisa, terlalu banyak air karena hujan berlebih pun tak bisa, dan siapa yang bisa mengatur cuaca yang murni otoritas Allah.
  • Kalo kurang air petani membeli air daripada membiarkan tanaman mati dan harga 1 tangki truk air sekitar 350,000 – 500,000. Kebutuhan truk air tergantung luas wilayahnya.
  • Merawat tembakau cukup sulit. Tidak bisa asal ditanam, dipupuk lalu sudah ditunggu sampai besar. Setiap hari wajib petani keluar untuk mengawasi dan mengontrol tanaman itu dari serangan hama maupun melakukan pemupukan. Pekerja yang dibutuhkan sangat banyak mulai dari buruh di sawah hingga tenaga di tempat pengovenan tembakau.
  • Biaya tanam per hektar mencapai 25 juta sampai 45 juta per hektar tergantung dari kwalitas tembakau yang dihasilkan dan karakter tanahnya.
  • Perusahaan tembakau memainkan “grade” tembakau. Sederhananya, perusahaan bisa memberikan grade atau kelas tembakau ini dengan grade itu, yang itu dengan grade ini, dengan kwalitas daun, kandungan air dan lain sebagainya yang sering kali tidak memihak pada petani.

“Jual tembakau tak bisa dipantau petani, harga ditentukan makelar, juragan dan gudang tembakau, sesuai kualitas atau grade. Puluhan tahun lalu, tak ada makelar, pengepul, gudang, langsung datang ke petani. Ada tembakau dijual, langsung dapat uang.” Sebut Matori, mantan petani tembakau berusia 66 tahun asal Desa Jurang, Temanggung, Jawa Tengah.

Sahabat perlu tahu bahwa petani tidak bisa menjual langsung hasil panen ke perusahaan. Ada pengepulnya, dan ada juga makelar yang bermain di sana. Kalopun menjual langsung ke gudang ada KTA alias Kartu Tanda Anggota yang dibatasi jumlah membernya oleh gudang pabrik. Berbeda dengan padi, sayur mayur yang bisa djual langsung ke pasar tanpa melewati pengepul dan makelar.

Mengutip Henry Saragih dari Serikat Petani Indonesia yang keluarganya rugi dari pertanian tembakau menyatakan bahwa, "Petani itu rasional. Saat yang ditanam tidak menguntungkan akan beralih ke tanaman lain. Kita sudah terperangkap dalam sistem perdagangan yang membuat petani lemah. Petani tembakau diiming-imingi daun emas,"


8. Pabrik rokok kalo bangkrut yang bayar karyawannya siapa?

Sayangnya memang karyawan yang menggantungkan penapatannya pada pemilik perusahaan yang paling rentan terkena PHK misal rokok benar-benar dilarang. Tapi, kasus PHK bukan hanya bisa terjadi di pabrik rokok kan? Perusahaan manufaktur macam-macam, banyak yang merumahkan karyawannya. Faktanya lagi, pengusaha rokok adalah yang terkaya di Indonesia. Bisnis mereka bukan hanya rokok, bahkan banyak yang beralih ke sawit dan usaha lainnya.

Jadi ketika Sahabat merokok, kerugiannya ditanggung sendiri ya. Pengusahanya tetap kaya, dan mereka tidak lagi hanya berfokus ke satu bidang usaha. Dari film Dandhy Laksono yang berjudul Asimetris tentang dampak perkebunan kelapa sawit, terungkap bahwa konglomerat Indonesia banyak yang berbisnis sawit karena bisnis rokok tak lagi menjanjikan di mata mereka. Mereka ya tetep kaya dong.

Faktanya:
  • Orang terkaya di Indonesia Budi dan Michael Hartono dengan kekayaan sebesar 35 miliar dolar AS atau sekira 508 triliun rupiah.adalah pemilik Grup Djarum. Tetapi 2/3 kekayaan mereka didapat dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Jadi, ketika bisnis rokok tak menjanjikan pun mereka bisa terus berkiprah di bisnis perbankan.
  • Penguntit kekayaan Hartono bersaudara adalah Susilo Wonowidjojo, total kekayaannya mencapai 9,2 miliar dolar AS atau setara dengan 133 triliun rupiah. Tahukah Sahabat apa bisnis lain dari pemilik pabrik rokok Gudang Garam ini? Mulai dari penerbangan sampai bisnis kertas. Beberapa perusahaan milik bos Gudang Garam adalah penerbangan (PT. Surya Air), Sawit (PT. Dhanista Surya Nusantara dan PT Surya Nusantara Sawitindo, hiburan (PT Graha Surya Media), kertas (PT. Surya Pamenang)


Nah dari paparan panjang lebar ini semoga bisa jadi masukan untuk Sahabat, dan orang-orang di sekitar sahabat yang merokok ya. Merokok jelas-jelas membawa keburukan dan bukan tidak mungkin segala hal yang berkaitan dengan rokok dan tembakau dialihkan ke bentuk lain. Semuanya tergantung pada niat. Semoga tercerahkan dan bisa dijauhkan dari kemudharatan. Aamin.



Referensi:

15 comments

  1. Aku nggak percaya tuh mbak. Wkwkwk. Akal-akalan kampanye anti rokok aja itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp karena yg akal-akalan pro rokok juga punya segudang argumen hehehehehe

      Delete
  2. Kalau saya sih mbak.. tidak merokok itu bikin hemat, heheehe.

    ReplyDelete
  3. Detail ya. Keren infonya. Kalau sudut pandangku sih, kita lihat aja yg paling byk mudorotnya. Trus, tinggalin deh. Tp, kalau cari pembenaran untuk pengukuhan persepsi yg dasarnya sudut pandang keuntungan financial saja kok seperti ngerasa manusia itu hanya seharga nominal. But, anyway.. tulisannya bagus^^

    ReplyDelete
  4. Suami dulu perokok berat waktu bujang. Alhamdullillah sejak menikah berhenti total.

    ReplyDelete
  5. semoga Allah membuka pintu hati dan kesadaran ayahku yang masih merokok, hingga usia ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin, semoga Allah kabulkan. Terus didoakan y Mb, 2 Pakdhe saya sudah jadi korbannya. yg satu kena kanker prostat dan pasang ring jantung, satu lagi harus ke rumah sakit rutin untuk terapi oksigen atau apalah itu yang hirup oksigen, semua karena rokok

      Delete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete