Sepedaku Roda Dua - et cetera

Friday, January 18, 2013

Sepedaku Roda Dua

Puas nonton film "Premium Rush" tentang kurir sepeda yang secara ekstrim mengayuh sepedanya, saya jadi penasaran tentang sejarah alat transportasi roda dua ini. Di film Premium Rush sepeda yang dikayuh jenis fixed gear yang lebih keren disebut Sepeda Fixie. Si Fixie ini tanpa rem dan bisa dikayuh mundur..nah lo bukan cuma mobil yang bisa bergerak mundur. Fixie semakin meramaikan jagad sepeda untuk anak muda mengingat bodynya yang ramping dan warnanya cerah-cerah mencolok. Padahal dulu kala sepeda warnanya tidak seramai sekarang ini. Warna mencolok malah dibilang norak...tapi sekarang malah jadi tren baru.

Sepeda kesayangan saya, the one and only, disebut city bike. Ini karena cocoknya untuk dikendarai di dalam kota. Tanpa trek yang menantang tapi tetap dilengkapi dengan 6 tingkat gear. Di jalan datar, seperti umumnya jalanan kota saya menggunakan gear 6 sedangkan jika mulai menanjak saya pakai gear 3. Cocok disebut sebagai city bike juga karena pasnya dipakai untuk bersantai keliling kota. Bodynya lebih "berat" ditambah keranjang di depan untuk meletakkan barang-barang. Jenis sepeda ini yang jelas bukan sports bike tapi bagi saya apapun jenis sepedanya bersepeda tetap membuat badan sehat karena kaki mengayuh kuat dan lemak pun terbakar.



Sejarah Singkat Sepeda


Mesin Berjalan (The Walking Machine)

Pada tahun 1817 Baron von Drais menciptakan sebuah mesin berjalan yang akan membantunya mengelilingi kebun kerajaan dengan lebih cepat digabungkan sejajar, roda depannya bisa diarahkan, dipasang dalam bingkai tempat kita mengangkang.Mesin ini bergerak dengan mendorong kaki melawan tanah, sehingga kendaraan akan bergulir dan meluncur maju.  Mesin (kendaraan) ini dikenal sebagai Draisienne atau hobby horse. Seluruh bagiannya terbuat dari kayu. Kendaraan ini tidak terlalu populer di masa itu karena dianggap tidak praktis ketika digunakan di tempat lain yang permukaan jalannya tidak semulus dengan yang di taman.



Velocipede atau Boneshaker


Bentuk sepeda selanjutnya adalah kendaraan beroda dua yang bisa dinaiki yang diciptakan di tahun 1985, pedal dipasang langsung pada roda depan. Kendaraan ini disebut sebagai velocipede (" si kaki cepat"), tetapi lebih dikenal sebagai pengocok tulang, karena semua bagiannya terbuat dari kayu, yang selanjutnya dibuat dari ban logam, sehingga sangat tidak nyaman ketika dinaiki. Kendaraan ini hanya dinaiki untuk kesenangan, dinaiki di dalam ruangan oleh orang-orang pintar dan hanya dapat ditemukan di kota-kota besar.



The Sepeda Roda Tinggi (The High Wheel Bicycle)

Pada tahun 1870 kendaraan dengan seluruh rangka terbuat dari logam muncul. (Sebelumnya kemampuan perlogaman /metalurgi masih belum bisa menciptakan rangka dari logam yang ringan dan kuat) Bagian pedal masih terpasang di bagian depan roda dan masih belum bisa dikendalikan secara bebas. Ban karet padat dan jari-jari (ruji) sepeda yang panjang di roda depan membuat kendaraan ini lebih mudah dikendarai daripada sepeda sebelumnya. Ban besar kemudian dibuat semakin besar karena si pembuat berpendapat semakin besar roda maka semakin jauh orang bisa bepergian sesuai dengan panjang putaran pedal. Orang-orang bisa membeli sebuah roda sebesar panjang kaki kita mampu meraih dan mengayuh pedal. kendaraan ini yang pertama kali disebut sebagai bicycle - sepeda ("roda dua"). Sepeda ini cukup populer di antara laki-laki muda kaya karena harganya sama dengan gaji 6 bulan saat itu.



Sepeda Tinggi Roda Tiga (The High Wheel Tricycle)

Ketika banyak orang mempertaruhkan leher mereka dengan mengendarai sepeda roda tinggi. para wanita, dibatasi oleh rok panjang dan korsetnya, bisa menggunakan sepeda roda tiga untuk berkeliling taman. Mesin ini populer digunakan oleh orang-orang terhormat seperti dokter dan pendeta. Banyak inovasi mekanik yang dikaitkan dengan sepeda roda tiga terutama dalam penciptaan mobil. Karena sepeda ini dilengkapi dengan as, dan rem sekunder yang mengatur laju piringan rantai (band brakes)


Sepeda Roda Tinggi yang Aman (The High wheel Safety)

Perbaikan desain mulai diterapkan pada desain sepeda ini terutama pada desain roda depan untuk mengghindari masalah jatuh terjungkal.  Salah satu model dipromosikan oleh pembuatnya dengan mengendarai sepedanya menuruni tangga depan gedung DPR di Washington, DC. Desain ini dikenal  The High Wheel Safety. Karena desain sebelumnya disebut dengan sepeda roda dua maka desain yang baru ini disebut sepeda biasa "ordinary bicycles".



Sepeda Roda Keras yang Aman (The Hard-Tired Safety)

Perkembangan ilmu perlogaman (metalurgi) memicu inovasi berikutnya, atau lebih tepatnya kembali ke desain sebelumnya. Dengan menggunakan logam yang cukup kuat untuk membuat rantai kecil dan sprocket kecil (piringan logam tempat memasang rantai) yang cukup ringan. Desain berikutnya adalah kembali ke konfigurasi asli dari kendaraan dua roda, hanya sekarang, bukan hanya satu roda lingkar untuk setiap putaran pedal, tetapi juga mempunyai kecepatan yang sama seperti sepeda dengan roda super besar. Sepeda ini masih menggunakan ban karet keras, dan dengan tidak adanya jeruji panjang membuat sepeda ini lebih nyaman dinaiki. Banyak dari sepeda ini 100 tahun yang lalu memiliki seuspensi depan dan / atau suspensi belakang.



Ban Pnuematic

Ban pnuematic pertama kali digunakan di sepeda milik seorang dokter hewan Irlandia yang mencoba membuatkan sepeda roda tiga yang lebih nyaman untuk anak laki-lakinya. Penemuan dokter ini disebut Dunlop. Terdengar tidak asing bagi Anda? Sekarang roda yang nyaman itu harganya semakin murah karena teknologi pembuatan yang semakin berkembang pula. Dengan adanya teknologi ban ini semakin banyak orang yang senang mengendarai sepeda.


Sepeda Anak (The Kid's Bike)

Diperkenalkan setelah Perang Dunia I oleh beberapa pembuat seperti  Mead, Sears Roebuck, dan Montgomery Ward, untuk menghidupka industri sepeda desain ini disebut "classic",  yang menggunakan elemen kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor untuk menarik minat anak-anak yang ingin mengendarai sepeda motor. Sepeda ini berkembang menjadi sepeda yang paling keren dan paling glamor desainnya.



Menarik sekali melihat perkembangan sepeda, saya tidak bisa membayangkan jika saya harus berakrobat dengan sepeda tinggi roda dua itu...oh tidaaak.


Sumber gambar dan tulisan tentang sejarah sepeda diambil dan diterjemahkan dari http://www.pedalinghistory.com/PHhistory.html