Escape from Sobibor - et cetera

Sunday, November 25, 2012

Escape from Sobibor

Saya bukan orang yang mudah ingat judul sebuah film, apalagi jalan ceritanya. Bukan karena tidak suka film tersebut, tetapi sering kali memang memori otak saya tidak terlalu bagus.

Tidak cukup banyak judul film yang membuat saya berkesan yang saya ingat. Sepertinya malam ini saya menemukan sebuah teori baru, bahwa jika saya mengingat pasti judul film dan jalan ceritanya berarti film itu luar biasa bagusnya. Sekarang saya sedang menulis sambil nonton film "Saving Private Ryan" agaknya otak memang bekerja cukup baik karena mengingatkan saya pada film perang pertama dan paling berkesan yang saya tonton.

Poster film "escape from Sobibor"
Film perang pertama, yang membuat saya senang nonton film perang selamanya, berjudul "Escape From Sobibor." Seingat saya dulu saya nonton film ini di RCTI. Ketika saya nonton film ini mungkin usia saya usia SMP atau lebih muda saya tidak yakin. Film ini didasari atas kisah nyata tahanan kamp Nazi di kota Sobibor, Polandia yang berusaha melarikan diri dari kamp tersebut. Sesuai judulnya "Escape from Sobibor". Film ini diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama yang memenangkan anugerah Golden Globe di tahun 1987. Tidak banyak yang saya ingat dari film ini. Yang saya ingat hanya bagian ketika setiap pagi ada tahanan yang ditembak di hadapan tahanan lain, orang-orang kabur dari kamp yang ditembaki dan tersangkut kawat berduri serta ranjau, dan sesaknya dada saya karena sedih, marah, dan miris menyaksikan tersiksanya orang-orang tersebut dan kejamnya tentara Nazi.

Film perang tidak ada yang membuat saya terhibur. Sungguh film-film tersebut hanya membuat mata saya bengkak karena menangis sedih dan membelalakkan mata saya karena aksi baku tembaknya. Yang saya suka tentu saja jalan ceritanya. Selalu ada pelajaran yang bisa saya dapat dari film-film ini. One leads to another istilahnya. Dari cerita itu saya belajar tentang sejarah masa lalu. Tapi sebagai informasi saya bukan penggemar perang troya ala "Troy" ataupun perang Dinasti A melawan Dinasti B di film-film Mandarin. Saya juga bukan penggemar film perang modern a la GI Joe. Saya hanya suka film perang seputar tahun 1942-1945. Perang Dunia ke II, itu saja.

Kembali pada Sobibor, film ini berkesan buat saya karena saat menontonnya adalah kali pertama saya tahu tentang Nazi dan holocaust-nya. Pertama kali saya tahu tentang kejamnya Nazi dan pembantaiannya. Pastinya saya belum belajar tentang Nazi di pelajaran sekolah saya, jadi asumsi saya mungkin waktu itu saya masih SD atau awal SMP.

Di tulisan ini saya ingin berbagi lebih banyak tentang kamp Sobibor, apa yang membuatnya istimewa sehingga difilmkan, dan hal-hal lain di balik faktanya. Sembari menulis saya juga belajar tentang sejarah memilukan kala itu.

sumber: modernscribe.blogspot.com
Sobibor adalah sebuah desa di wilayah timur distrik Lublin, Voivodeship, Polandia. Desa ini dekat dengan Chelm - jalur kereta api Wlodawa. Sungai Bug sepanjang 5 km membentang menbatasi wilayah Polandia dan Ukraina saat ini.Wilayah ini sekarang menjadi daerah berawa dan jauh lebih banyak ditumbuhi pepohonan dibanding dulu kala. Di desa inilah tentara Jerman NAzi mendirikan sebuah kamp pemusnahan tepat di pinggir desa ini. Kamp ini adalah bagian dari Operasi Reinhard dengan nama resmi  SS-Sonderkommando Sobibor.

Kamp pembantaian Nazi  di, Polandia ditandai dengan gambar tengkorak
Sumber : 
http://en.wikipedia.org/wiki/Sobibor_extermination_camp
Kemp didirikan di wilayah seluas 400 x 600 m2. Di sekeliling kamp dipasang kawat berduri dan pepohonan dibangun di sekitar kemp untuk menyamarkan keberadaannya. Di sekeliling kamp sendiri dipasang ranjau darat sekitar radius 15m.


Petugas di kamp ini adalah beberapa orang staf SS jerman dan petugas polisi (sejumlah kurang lebih 20-30 orang), dan unit penjaga sekitar 90-120 orang. Seluruh anggota unit penjaga (Trawniki) adalah mantan tahanan perang Soviet dari bermacam-macam kebangsaan seperti Ukraina dan Polandia yang dipilih khusus. Semua anggota jaga dilatih di unit pelatihan khusus milik SS dan di bawah komando langsung kepolisian di kamp pelatihan Trawniki di Lublin. Komandan dari pusat pembantaian Sobibor adalah Letnan Satu  SS Franz Stangl yang bertugas sejak April sampai Agustus 1942 dan Kapten SS Captain Franz Reichleitner dari Agustus1942 sampai November 1943.


Kamp ini menjadi kamp pembantaian kedua yang dibangun sebagai bagian dari Operasi Reinhard. Bangunannya dibuat mirip dengan yang di Belzec (kamp pertama), yang sudah disempurnakan dari kemp sebelumnya.  Lokasinya yang di pedesaan dan dekat dengan rel kereta api di pusat kota kecil bernama Wlodawa. Dari sini para warga Yahudi dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Cekoslowakia, dan Uni Soviet serta beberapa orang-orang non-Yahudi yang dimusuhi diangkut ke Sobibor lewat jalur kereta api.
Kamp Sobibor terdiri dari 3 bagian :

  • bagian administrasi, dengan kantor-kantor urusan kamp, tempat tinggal untuk tentara penjaga, dan barak untuk tahanan buruh.
  • bagian penerimaan, dibangun menghadap ke arah rel kereta api, barak tempat tahanan ditelanjangi, dan gudang untuk menyimpan barang-barang para tahanan. 
  • Bagian pembantaian. Bagian ini terdiri dari kamar-kamar gas, kuburan masal, dan barak tempat tinggal para tahanan yang bekerja sebagai buruh. Sebuah jalan sempit yang disebut "tube" menghubungkan bagian penerimaan dan bagian pembantaian.



Peta kamp pembantaian Sobibor
sumber: holocaustresearchproject.org


Para tahanan dari Lubna dipindahkan dengan gerbong kereta menuju Sobibor
Sumber: cullenswwii.wikispaces.com


Kiri: Tahanan dipindahkan ke gerbong-gerbong kereta Sumber histomil.com
Kanan: Jalur kereta api ke Sobibor. Sumber jweishgen.org

Setelah beberapa kali dilakukan uji coba, penguasa kamp mulai melakukan operasi pembantaian dengan gas beracun di bulan Mei 1942. Kereta dengan 40-60 gerbing tiba di staisun kereta api Sobibor, memasuki bagian penerimaan dan anggota SS Jerman serta petugas polisi mengumumkan bahwa mereka akan dipindahkan ke kamp ini dan harus menyerahkan semua barang bawaan mereka.

Setelah meninggalkan barang bawaan tahanan diperintahkan untuk berbaris menjadi 2 bagian, bagian laki-laki dan perempuan dengan anak-anak. Mereka yang sakit atau terlalu tua disendirikan dan dikatakan akan dibawa ke rumah sakit. Mereka ini dinaikkan ke dalam kereta khusus. Umumnya orang-orang tidak tahu apa yang akan yerjadi pada diri mereka. Ketika mereka berjalan berbaris saat itu mungkin saat terakhir mereka bertemu dan bercakap-cakap dengan orang-orang terkasih mereka. Mereka kemudian dipaksa untuk membuka pakaian mereka dan mereka disuruh berlari melewati "tube" yang langsung mengarah ke kamar gas. Bagi wanita sebelum memasuki kamar gas rambut mereka dicukur terlebih dahulu.

Ketika pintu kamar gas ditutup, para petugas jaga mulai menyalakan mesin yang menyemburkan gas karbon monoksida melalui pipa ke dalam kamar gas membunuh semua yang ada di sana. Proses ini berlanjut terus menerus.

Dalam 2 bulan pertama, dari awal Mei sampai akhir Juni 1942 kurang lebih 100.000 orang Yahudi dibunuh di Sobibor. Para tentara Nazi kemudian menyadari bahwa proses pembantaian dengan satu kamar gas kapasitas 600 orang memakan banyak waktu. Karenanya di musim panas dibangun lagi 3 kamar gas baru. 

Sebuah sumber menyatakan bahwa sekitar 200.000 orang dibantai di Sobibor. Sementara salah seorang tahanan Sobibor yang berhasil selamat Thomas Blatt menulis bahwa di pengadilan internasional Den Haag dalam dakwaan terhadap bekas tentara Nazi Professor Wolfgang Scheffler, bertugas sebagai salah satu ahli, memperkirakan jumlah orang yahudi yang dibunuh adalah sebesar 250.000 orang.

Jika kamp saat itu membutuhkan pekerja maka seorang penjaga akan berteriak memanggil tahanan yang bekerja sebagai tukang jahit, tukang jahit wanita, tukang besi, dan tukang kayu. Mereka ini dipekerjakan sebagai Sonderkommando (unit khusus). Terkadang juga petugas akan memanggil wanita, anak-anak, secara acak tidak selalu yang berketrampilan khusus untuk bekerja sebagai buruh.

Barak Sonderkommando Sobibor
Sumber : worldmeets.us



Sementara tahanan yang lain dibantai, para tahanan yang dijadikan buruh atau disebut sebagai Sonderkommandos bertugas memindahkan mayat dari dalam kamar gas dan menguburkannya ke dalam kuburan masal. Beberapa tahanan terpilih lainnya dipekerjakan sebagai petugas di bagian penerimaan dan mengatur barang-barang peninggalan tahanan yang sudah mati untuk dikumpulkan dan dikirimkan ke Jerman. Selain itu merke juga bertugas untuk membersihkan kereta pengangkut tawanan yang akan diberangkatkan kembali megambil para tahanan. tentara SS Jerman, anggota polisi dan tentara Trawniki bergantian membunuh para anggota Sonderkommandos. Setelah anggota detasemen khusus Sonderkommandos mati, mereka akan digantikan oleh tahanan yang baru saja datang. Intinya semua pekerjaan pembantaian sebenarnya dilakukan oleh para tahanan sendiri, tentu saja tidak ada pilihan lain dan ketika tahanan baru datang mereka tidak mengetahui apa yang terjadi.




Di musim gugur tahun 1942, berdasarkan sebuah perintah dari Lublin, anggota SS Jerman dan anggota polisi memaksa para tahanan Yahudi untuk menggalikuburan masal dan membakar tubuh para tahanan lain dengan "oven" di ruang terbuka. Orang-orang Jerman juga menciptakan sebuah mesin untuk menghancurkan tulang-tulang dari pembakaran oven tersebut sampai menjadi bubuk. Usaha ini dilakukan untuk menghilankan jejak terjadinya pembunuhan massal.

Kegiatan ini terus berlanjut antara Mei 1942 sampai musim gugur 1943. Di kahir bulan Juli dan September 1942 kegiatan pemindahan tahanan dengan kereta ke Sobibor ditunda dikarenakan adanya perbaikan jalur kereta api Chelm-Lublin .


Setelah beberapa kali usaha kabur dari kemp dilakukan dan juga membengkaknya jumlah tahanan di kamp, di akhir bulan September para tahanan berusaha untuk kabur. Di tanggal 14 Oktober1943 jumlah tahanan kurang lebih 600 orang, mereka berhasil membunuh kurang lebih 12 orang personil Jerman dan anggota Trawniki. Sekitar 300 orang tahanan lainnya sukses kabur dari kamp pembantaian, sekitar 100 orang berhasil ditangkap kembali dan lebih dari setengah tahanan yang bertahan mati sebelum perang berakhir.

Foto para tahanan yang berhasil kabur dari kamp Sobibor di tanggal 14 Oktober 1943
Sumber: http://www1.yadvashem.org 

Setelah usaha kabur dari tahanan ini, SS Jerman dan anggota Trawniki menutup kamp, meratakan kamp, dan menutupi kamp dengan menanam pohon pinus untuk mengaburkan lokasi. Sekarang sebuah museum berdiri di sana untuk mengingatkan tentang sejarah pembantaian Nazi.

Monumen yang didirikan di Sobibor

Monumen mengingat pembantaian di Sbibor
Sumber: scrapbookpages.com

Monumen peringatan lainnya di Sobibor
Sumber : en.tracesofwar.com

Plakat pengingat di Sorbibor

Di Tempat Ini, 
Antara tahun 1942 dan 1943 
Didirikan Sebuah Kamp Pembunuhan Nazi
250000 orang Yahudi dam sekitar 1000 orang-orang Polandia dibunuh
Di tanggal 14 Oktober 1943 
dengan pemberontakan bersenjata oleh tahanan Yahudi 
tentara Nazi dikalahkan dan beberapa ratus tahanan 
melarikan diri mencapai kebebasan.
Setelah pemberontakan Kamp Kematian ini berhenti beroperasi 
...Bumi tidak menyembunyikan darahku
(JOB)






Sumber :
http://www.deathcamps.org/sobibor/sobibor.html
http://history1900s.about.com/od/holocaust/a/sobibor.htm
http://www.ushmm.org/wlc/en/article.php?ModuleId=10005192
http://en.wikipedia.org/wiki/Sobibor_extermination_camp