Menambang di Waihi - et cetera

Sunday, June 10, 2012

Menambang di Waihi

Kia Ora!
Semoga kesehatan menyertaimu

Kia Ora!
Salam suku Maori menyapamu


Senyum dan bergegaslah beranjak
Kita sudah sampai di dataran tinggi menanjak
Waihi yang sepi di lembah Coromandel
Jangan naik mobil butut yang membandel
Bukan naik nanti tapi meluncur hancur
Tak jadi ceria nanti malah sakit semua


Jika sudah sampai Waihi, panggil aku empat kali
Yang pertama mungkin tidak terdengar
Yang kedua mungkin sedikit kudengar
Yang ketiga mungkin bisa kudengar
Yang keempat pasti terdengar


Cari patung-patung tembaga di tengah kota
Patung-patung pria perkasa
Bertubuh tegap berotot kuat
Memegang kapak dan batu berbongkah
Mereka lambang pencari logam mulia
Mengendap ke perut bumi mencari sarinya
Petambang handal mahir tak dibuat-buat
Emas didapat senyumpun merekah


Dulu di Waihi penduduknya gila
Bukan gila jiwa tapi gila harta
di tahun 1880an berlomba mencari emas
Diserbu pendatang dan para penduduk lawas


Tambang baru lantas dibuka
Tahun 1988 jadi masanya
Sekarang beratus tahun kemudian
Lihat perut bumi dikoyak menganga perlahan
Semoga tak mengganggu penunggunya
Alam yang kadang menatap manusia dengan jemunya


From Cathy - New Zealand
Postcard received on 30 October 2011