Donor - Telur - et cetera

Saturday, April 28, 2012

Donor - Telur

Bulan April ini waktunya saya ke PMI mendonor darah. Tepatnya tanggal berapa saya harus berkunjung untuk ketiga kalinya saya lupa, yang jelas di akhir bulan April.

Awalnya saya berencana pergi di hari Minggu karena saya punya waktu luang lebih banyak. Tetapi karena saya ingin berkonsentrasi pada tugas kuliah di hari Minggu maka sudah diputuskan semalam bahwa saya akan menuju markas PMI di Jalan Embong Ploso - Surabaya.

Ini bukan kunjunbgan pertama saya, tapi kunjungan ketiga. Seperti biasa saya mengisi formulir pendonor, menunggu antrian, menimbang badan, dan cek darah -> bagian maha penting. Di bagian ini maka kadar darah merah (hemoglobin)dalam tubuh akan diperiksa. Menurut situs PMI Surabaya Hb pendonor wanita minimal 12 dan untuk pria 12,5 tapi....dulu saya 12,3 ditolak. Sepertinya diambil batas atasnya. Dan selalu saya dag-dig-dug tiap screening di bagian ini. Seperti ikut ujian, lolos bisa donor gagal pulang lagi banyak istirahat, makan makanan bergizi dan berdoa he he he. Kebiasaan saya sih tiap mau donor saya selalu konsumsi jus jambu merah. Selalu berhasil :)

Hari ini Hb saya 13,2 Alhamdulillah..lolos. Setelah itu menuju ke bilik kecil dengan dokter yang mengukur tekanan darah. Setelah selesai dengan pertanyaan-pertanyaan standar seperti :"Apakah minum obat 3 hari terakhir? Apakah sedang menstruasi? Apakah sedang flu?" selesai ditanyakan maka mulailah proses penyadapan menghadang.

Cuci tangan dulu dengan sabun di daerah lipatan dalam tangan. Masuk ke ruang penyadapan...dan saya bertemu dengan petugas yang mengambil darah saya pertama kali. Hm... saya ga mau lagi deh sama si petugas itu. Mengapa?? Dua kali sudah dia kesuliutan menemukan vena saya sehingga setelah jarum tertancap darah tak mengucur jua..huaaaaaaaa

Pengalaman pertama sih masih saya maklumi. Karena dia susah menemukan vena saya, dia bertanya pada rekannya, kemudian dia mencoba dan gagal, temannya datang lagi jarum yang sudah tertusuk di lengan digoyang sedikit dan berhasil!! Tapi..hari ini peristiwa lebih memilukan :( Ketika jarum sudah tertusuk, dia berusaha menggoyang ke kiri, gagal, sedikit ke kanan gagal, sedikit ke mana lagi saya lupa gagal juga. Dengan jarum yang masih tertancap dia minta bantuan rekannya, yang mungkin lebih senior. Digoyanglah jarum yang menusuk lengan saya sedikit, gagal lagi, usaha kedua berhasil.

Entah karena saya terlalu capek atau karena hal lain darah saya tidak lancar mengucur. Saya diberikan bola karet untuk diremas-remas. Langsung terasa nyeri, kemeng dalam bahasa Jawa, di siku saya. Biasanya kurang dari 15 menit saya selesai donor. Pagi ini, hampir 25 menit saya meneteskan darah ke dalam kantong darah. Huaaaaaaa

Nah telurnya ada di bagian ini. Setelah mendonor selalu saya diberi 1 dus kue yang berisi telur asin, roti merk Tjwan Bo, vitamin penambah darah merk Corovit isi 10 kapsul, dan susu ultra coklat. Tidak seperti kali pertama donor yang setelahnya membuat saya sedikit pusing dan mual, kali ini saya tidak merasakan gangguang pasca donor yang berarti kecuali bekas tusukan jarum suntik yang sakit.

Nah sebelum saya menulis draft tulisan pada blog ini saya  tiba-tiba ingin makan telur asin. Saya bertanya-tanya, kenapa harus telur asin ya? Nah ini jawaban ilmiah mengapa telur asin bagus untuk penambah darah itu karena kalsiumnya tinggi, selain juga sebagai sumber protein. Silakan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang telur asin.

Ayo berdonor dan nikmati enaknya telur asin setelah mendonor :)